Indonesia memang kaya budaya,
setiap daerah memiliki budayanya masing-masing. Peribahasa jawa menyebutnya, “Desa
mawa cara, Negara mawa tata.” Yang artinya desa mempunyai adat sendiri dan Negara
memiliki tatanan aturan atau hukum tertentu.
Kali ini saya ingin membahas
budaya sapaan yang terkadang membuat canggung si penyandang sapaan tersebut. Seperti
dalam keluarga saya yang notabene orang Jawa. Alam (anak saya) yang baru
berumur 2 tahun 3 bulan, sudah mulai dibiasakan memanggil Aini (Adik saya) yang
berumur 8 tahun, dengan sapaan “lek”. Lalu memanggil Dedi (Saudara Sepupu saya)
yang belum menikah, dengan sapaan “Pakdhe”.
Hal ini sangat membuat canggung
si penerima sapaan tersebut. Sapaan itu semua diberikan berdasarkan garis
keturunan. Bila tidak ada hubungan saudara, Aini cocoknya dipanggil “Mbak”
karena masih muda. Dan Dedi cocoknya dipanggil Om, karena belum menikah. Haha.





