Saya ibu rumahtangga dengan anak masih bayi umur 6 bulan. Setiap hari,
setelah shalat subuh saya menimba air di sumur untuk mencuci pakaian. Jika anak
saya masih tidur atau ada yang menggantikan saya momong, 5 timba air cukup saya
timba dalam waktu 10 menit. Karena kalau si kecil tidak ada yang menemani pasti
sedikit-sedikit merengek. Jadilah saya bolak-balik kamar-sumur hanya untuk
menimba, dan waktu 10 menit pun tak cukup. Kadang jika menangis karena haus,
saya harus menyusuinya sampai dia terlelap kembali. Kebayang, kan? Repotnya
saya di pagi hari.
Menjadi seorang ibu harus ekstra tenaga. Karena di usianya yang beranjak
besar rasa keingintahuannya pun semakin besar pula. Sehingga sering kali si
kecil meminta melihat-lihat sekeliling rumah padahal dia belum bisa berjalan
sendiri, berarti harus digendong kemanapun dia pinta. Tidak cukup beberapa
menit saja. Bahkan sampai berjam-jam dia betah mengamati polah tingkah bebek di
kandang samping rumah. Makanya saya sering mengalami pegal linu di bagian
pinggang, pundak, dan badan.
Untuk meredakannya, saya memilih untuk meminum jamu ketimbang obat. Jamu
yang sering saya konsumsi yaitu jamu beras kencur. Karena selain mampu
meredakan pegal linu, jamu ini baik untuk ibu menyusui. Asi menjadi segar
diminum bayi dan efektif untuk menghilangkan bau amis susu. Bayi menjadi sehat
karena makan dan minum dengan lahap.
Tidak sia-sia ibu mertua saya menanam apotek hidup di halaman belakang
rumah. Selain digunakan sebagai bumbu dapur, dapat pula dikonsumsi dalam bentuk
jamu. Yang ditanam ibu hanya beberapa macam saja yaitu Jahe, Kencur, Kunir,
Laos, Temulawak, dan Sereh. Dengan begitu saya bisa berhemat tidak pijat ke
dukun pijat.
Sebelum membuat Jamu Beras Kencur, saya cari resepnya lewat internet. Lalu
saya mencoba mempraktekkannya dengan sedikit modifikasi sesuai kebutuhan dan
ketersediaan bahan. Ini keuntungannya membuat jamu sendiri dirumah. Saya tidak
perlu khawatir akan kelebihan dosis atau pun efek samping yang terjadi. Dikarenakan
saya sendiri yang mengolahnya. Bahan-bahan pembuatan jamu betul-betul dari
bahan alami yang saya ambil dari kebun. Lalu, komposisi tambahannya pun juga
saya tahu.
Untuk membuat ±5 gelas jamu, saya membutuhkan bahan:
- 150 gram beras
- 6 ruas kencur
- Gula merah secukupnya (sesuai selera)
- Setengah sdt garam
- 6 gelas air
![]() |
| sumber: surabaya.indonetwork.co.id |
Cara membuat:
- Beras direndam ±2jam
- Kupas dan cuci bersih kencur
- Haluskan beras dan kencur menggunakan blender
- Rebus air bersama gula merah
- Masukkan bahan-bahan yang telah dihaluskan ke air
- masukkan garam
- aduk ±20 menit lalu angkat dari api dan saring
menyajikannya atau meminumnya bisa selagi hangat. Tetapi saya lebih
menyukai jika dalam keadaan dingin. Apalagi ditambah dengan es batu. Lebih terasa
segar menurut saya. Selamat mencoba...


7 komentar
Cuaca panas tapi kering gini enak ya minum pake es batu..;) good luck ya mbak lomba nya..
BalasHapusiya.. terimakasih kunjungannya... :D
Hapussukses buat ngontesnya
BalasHapusterimakasih mbak susanti... :D
HapusSaya kalo panas2 malah sukanya minum teh panas manis ... naaah itu baru segaaar ... eh jadi ke mana2 ya komennya ...
BalasHapusSukses ya Mbak ... moga juga tetap sehat dengan minum jamu :)
Duuuh...asem dan es nya nantangin banget deh! Terimakasih dilengkapi resep juga :)
BalasHapusSalam kenal mbk mutia.. :)
BalasHapusTrimakasih kunjungannya...